Pertamina EP DMF Bangun Sumur Bor di Desa Loru untuk Atasi Krisis Air bagi 45 KK saat Kemarau

Desa Loru, yang terletak di Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, telah lama menghadapi masalah serius terkait pasokan air bersih, terutama saat musim kemarau. Kondisi ini mengakibatkan kesulitan bagi warga, terutama 45 kepala keluarga (KK) yang tergantung pada air hujan dan sumur manual. Namun, harapan baru muncul berkat kolaborasi antara PT Pertamina EP Donggi Matindok Field (PEP DMF) dan berbagai pihak terkait dalam penyediaan sarana air bersih yang dibutuhkan oleh masyarakat setempat.

Pembangunan Sumur Bor di Desa Loru

Pada Selasa, 1 September 2026, peresmian proyek pembangunan sumur bor di Desa Loru dilaksanakan. Acara ini dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, termasuk Ketua Bidang IV Solidaritas Perempuan untuk Indonesia (SERUNI) KMP, Sri Suparni Bahlil; Kepala Badan Geologi, Lana Saria; serta Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Sulawesi Tengah, Arfan. Kehadiran mereka menandakan dukungan kuat terhadap inisiatif ini.

Sri Suparni Bahlil menyatakan bahwa kolaborasi lintas sektor ini merupakan langkah penting dalam menangani tantangan akses air bersih yang dihadapi masyarakat Desa Loru. “Program penyediaan air bersih ini tidak hanya sekadar mendukung operasional hulu migas, tetapi juga menunjukkan kepedulian sosial yang mendalam terhadap kebutuhan dasar masyarakat,” ujarnya.

Menjawab Krisis Air Bersih

Dengan adanya sumur bor ini, masyarakat Desa Loru diharapkan tidak lagi harus bergantung pada sumber air alternatif yang terbatas. “Kawasan ini sering mengalami kesulitan dalam akses air bersih, terutama saat kemarau. Kami berharap sumur bor ini dapat mempermudah akses air bagi warga,” tambah Sri Suparni Bahlil.

Keberadaan sumur bor diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi penduduk Desa Loru dan daerah sekitarnya. Infrastruktur yang dibangun mencakup pengeboran sumur tanah dalam, pemasangan mesin pompa, pembangunan menara dan toren air, serta instalasi kelistrikan yang diperlukan untuk operasionalnya.

Komitmen Pertamina dalam Tanggung Jawab Sosial

General Manager Zona 13 Pertamina EP, Andry, menekankan bahwa keterlibatan perusahaan dalam proyek ini adalah bagian dari komitmen mereka terhadap Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). “Penyediaan akses air bersih adalah kebutuhan fundamental. Kami berharap program ini dapat memberikan manfaat berkelanjutan dan mendorong perbaikan kualitas kesehatan serta kesejahteraan masyarakat di Desa Loru,” jelas Andry.

Fasilitas air bersih yang dibangun memiliki kapasitas sekitar 1,5 liter per detik, cukup untuk melayani 56 kepala keluarga atau sekitar 224 jiwa di Desa Loru. Infrastruktur tersebut terdiri dari sumur bor dengan kedalaman 100 meter, bak penampung berkapasitas 2.000 liter, serta lima titik keran umum dan sambungan rumah.

Pengelolaan Fasilitas Air Bersih

Untuk memastikan keberlanjutan operasional, fasilitas air bersih ini akan dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Loru. Langkah ini diharapkan dapat menjamin bahwa akses terhadap air bersih tetap terjaga dan berfungsi dengan baik dalam jangka panjang.

Program ini bukan hanya sekadar solusi untuk masalah ketersediaan air pada musim kemarau, tetapi juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kualitas hidup dan kesehatan warga, serta memperkuat aktivitas ekonomi di sekitar lokasi sumur bor.

Respon Positif dari Masyarakat

Kepala Desa Loru, Agus Priyanto, menyambut baik kehadiran fasilitas baru ini. Ia menyatakan bahwa bantuan sumur bor merupakan langkah nyata untuk mengatasi permasalahan yang selama ini dihadapi warganya terkait pasokan air bersih. “Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Pertamina EP Donggi Matindok Field, SKK Migas, Kementerian ESDM, dan SERUNI KMP atas bantuan ini,” ujarnya.

Agus menegaskan, pemerintah desa bersama masyarakat berkomitmen untuk menjaga dan mengelola fasilitas ini agar dapat memberikan manfaat yang luas dan berkelanjutan. “Kami akan memastikan bahwa semua fasilitas ini berfungsi dengan baik dan dapat digunakan oleh seluruh warga Desa Loru,” tambahnya.

Dukungan terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan

Keberadaan sarana air bersih ini juga sejalan dengan upaya mendukung pembangunan berkelanjutan, khususnya pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin 6 tentang Air Bersih dan Sanitasi Layak, serta poin 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera. Program ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap agenda pembangunan nasional dalam meningkatkan kualitas kesehatan dan kesejahteraan masyarakat, menuju Indonesia Emas 2045.

Secara keseluruhan, pembangunan sumur bor di Desa Loru merupakan langkah strategis untuk mengatasi masalah air bersih yang selama ini mengganggu kehidupan masyarakat. Dengan adanya komitmen dari berbagai pihak, diharapkan inisiatif ini dapat membawa perubahan positif yang berkelanjutan bagi masyarakat Desa Loru dan sekitarnya.

Exit mobile version