Puskesmas Lhoknga Menjamin Optimalisasi Layanan Kesehatan 24 Jam Selama Bulan Ramadan

Puskesmas Lhoknga, terletak di Kabupaten Aceh Besar, menunjukkan dedikasi tanpa henti untuk memberikan layanan kesehatan berkualitas tinggi kepada masyarakat, tanpa memandang waktu atau musim – termasuk selama bulan suci Ramadan. Optimalisasi layanan kesehatan Puskesmas Lhoknga merupakan janji yang mereka pegang teguh.

Komitmen Puskesmas Lhoknga

Kepala Puskesmas Lhoknga, Elisa SKM, menegaskan bahwa layanan kesehatan di puskesmas ini beroperasi normal selama 24 jam, termasuk selama bulan Ramadan. Tujuannya adalah untuk memastikan masyarakat mendapatkan perawatan medis yang cepat dan optimal kapan pun dibutuhkan.

“Tidak ada diskriminasi dalam pelayanan kami, baik itu bulan puasa atau bukan. Layanan untuk pasien tetap beroperasi selama 24 jam,” kata Elisa dalam suatu kesempatan.

Siaga Selama 24 Jam

Elisa menambahkan, penyakit tidak mengenal waktu, sehingga tenaga kesehatan harus selalu siap untuk melayani masyarakat. Sebagai hasilnya, semua staf di Puskesmas Lhoknga tetap siaga untuk memberikan perawatan medis bagi penduduk yang membutuhkan.

“Tidak ada perbedaan dalam pelayanan kesehatan antara siang dan malam, atau antara bulan Ramadan dan waktu lainnya. Sebagai tenaga kesehatan yang bertugas di Puskesmas Lhoknga, kami harus selalu siap,” ungkapnya.

Fasilitas Puskesmas Lhoknga

Elisa menjelaskan bahwa Puskesmas Lhoknga telah dilengkapi dengan fasilitas Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan rawat inap sejak lama. Hal ini menjadikan intensitas pelayanan kesehatan di fasilitas tersebut cukup tinggi dibandingkan dengan puskesmas lainnya.

Walaupun demikian, Elisa mengakui bahwa ada beberapa fasilitas pendukung yang masih perlu ditingkatkan untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan untuk masyarakat di Lhoknga dan sekitarnya.

Data Kunjungan Pasien

Berdasarkan data kunjungan pasien, ada 1.572 pasien yang berobat ke Puskesmas Lhoknga pada bulan Januari 2026. Jumlah ini turun sedikit menjadi 1.173 pasien pada bulan Februari, dan hingga 13 Maret 2026, sudah tercatat 385 pasien dengan berbagai keluhan kesehatan.

Menurut Elisa, angka-angka ini menunjukkan bahwa kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat tetap tinggi, baik pada hari biasa maupun selama bulan Ramadan.

Pelayanan Publik dari Puskesmas

“Sebagai fasilitas publik dalam pelayanan kesehatan, Puskesmas harus selalu siap siaga kapan saja, karena keluhan masyarakat bisa muncul kapan saja,” tutupnya.

Exit mobile version