Kehebohan terjadi di PN Stabat ketika Mahlul Rida, seorang warga Aceh yang menjadi terdakwa dalam kasus narkotika dengan barang bukti ribu-ribu pil ekstasi, berhasil kabur pasca sidang. Kejadian ini mengejutkan banyak pihak dan memunculkan pertanyaan seputar tingkat keamanan di lingkungan pengadilan.
Proses Kaburnya Terdakwa
Seperti biasa, setelah persidangan berakhir, para tahanan biasanya akan langsung digiring ke sel tahanan yang berlokasi di bagian belakang gedung pengadilan. Namun, dalam proses tersebut, ada dugaan celah keamanan yang bisa dimanfaatkan oleh para tahanan untuk kabur.
Sejumlah tahanan lain yang ada di lokasi saat itu mengaku melihat sesuatu yang tidak biasa. Mereka melihat bahwa Mahlul Rida tidak dimasukkan ke dalam kerangkeng utama seperti tahanan lainnya, namun berada di area kerangkeng bagian luar. Area ini biasanya digunakan oleh keluarga untuk menjenguk atau memberikan makanan kepada para tahanan.
Kejanggalan ini kemudian berakhir dengan kaburnya Mahlul Rida dari area tahanan PN Stabat dalam waktu yang tidak bisa dipastikan. Hingga saat ini, pihak berwenang masih melakukan pencarian terhadap Mahlul Rida.
Respon Pihak Berwenang
Yoyok Adi Syahputra, Kepala Seksi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Langkat, membenarkan insiden tersebut. Menurutnya, pihaknya langsung melakukan upaya pengejaran setelah mendapatkan informasi bahwa terdakwa berhasil kabur.
“Kami sedang melakukan pencarian dan pengejaran di lokasi-lokasi yang berdekatan dengan Gedung Pengadilan Negeri Stabat,” ujar Yoyok. Menurutnya, tim dari Kejaksaan Negeri Langkat bersama aparat kepolisian telah menyisir sejumlah titik di sekitar kawasan pengadilan untuk mencari keberadaan terdakwa tersebut.
Penyelidikan Penyebab Kaburnya Terdakwa
Selain melakukan pengejaran, aparat juga mulai menelusuri penyebab kaburnya terdakwa tersebut. Pihak Kejari Langkat telah berkoordinasi dengan PN Stabat serta aparat kepolisian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Salah satu langkah yang mereka lakukan adalah memeriksa rekaman kamera pengawas (CCTV) yang terpasang di sekitar area tahanan. Hal ini dilakukan guna mengetahui detik-detik pelarian Mahlul Rida.
Pertanyaan Seputar Sistem Pengamanan
Kasus ini menimbulkan pertanyaan yang serius seputar sistem pengamanan di lingkungan pengadilan. Bagaimana mungkin seorang tahanan yang seharusnya berada dalam pengawasan ketat dan berada di area pengadilan yang seharusnya steril, bisa melarikan diri?
Hal ini menjadi bukti bahwa ada celah keamanan yang perlu ditutup agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang. Hingga saat berita ini diturunkan, aparat masih melakukan pencarian terhadap Mahlul Rida.
Masyarakat diharapkan dapat membantu aparat dalam pencarian terdakwa ini dengan memberikan informasi apabila melihat atau mengetahui keberadaan Mahlul Rida. Kasus ribu-ribu pil ekstasi ini menjadi peringatan bagi kita semua tentang pentingnya penegakan hukum dan pengawasan ketat terhadap para terdakwa kasus narkotika.
