
Malam yang hening pada Selasa (10/3/2026) pukul 22.52 WIB, digemparkan oleh penemuan bocah berusia 12 tahun, Ferri Sinaga. Setelah dua hari hilang dan pencarian yang melelahkan, akhirnya jasadnya ditemukan terapung dan tak bernyawa di Sungai Lae Simbelin. Situasi ini membawa kesedihan mendalam bagi keluarga dan warga sekitar.
Peristiwa Tragis yang Menimpa Ferri Sinaga
Ferri diketahui hilang saat sedang bermain air di Sungai Lae Simbelin, yang berada di Desa Bakal Gajah, Kecamatan Silima Pungga-pungga (SPP), Kabupaten Dairi. Sangat disayangkan, aktivitas yang seharusnya membawa kecerian ini malah membawa duka yang mendalam.
Tubuh Ferri ditemukan dalam keadaan mengapung dan tersangkut di jaring di bagian bawah Jembatan Sopobutar, di wilayah Kecamatan Siempat Nempu Hilir, Dairi. Tim dari Basarnas dan warga sekitar yang menemukan korban langsung melakukan evakuasi.
Proses Penemuan dan Evakuasi Korban
Camat Silima Pungga-pungga, Edwin Nababan, membenarkan informasi penemuan jasad Ferri. Ia menyampaikan bahwa informasi ini diterima dari Sekretaris Desa Bakal Gajah dan Kepala Desa Lae Ambat melalui grup WhatsApp pencarian.
Menurut informasi yang diterima pihak kecamatan, jasad Ferri terlihat mengapung di sungai sebelum jembatan dan kemudian diamankan oleh warga. Setelah berhasil diamankan, jasad Ferri dibawa menggunakan ambulans menuju rumah duka.
Upaya Pencarian yang Dilakukan
Sebelum penemuan jasad Ferri, tim gabungan dari Basarnas, masyarakat setempat, serta unsur Forkopimca telah melakukan pencarian secara intens selama beberapa hari. Mereka berupaya melakukan pencarian dengan segenap kekuatan dan sumber daya yang ada.
Untuk memaksimalkan pencarian, tim menempatkan pos pemantauan di lima titik sepanjang aliran Sungai Lae Simbelin. Titik-titik tersebut adalah Desa Bakal Gajah, Desa Simungun, Desa Sopo Butar, Lae Pangaroan, dan Desa Lae Panginuman.
Langkah ini dilakukan guna memperbesar peluang menemukan korban secepat mungkin. Sayangnya, upaya tersebut berakhir dengan penemuan jasad Ferri dalam kondisi tak bernyawa.
Peristiwa tragis ini menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak untuk selalu waspada dan berhati-hati saat bermain di sekitar sungai. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kesabaran dalam menghadapi cobaan ini.


