PKP SMART Pangkalpinang Resmi Diluncurkan, Tingkatkan Digitalisasi PAD dan Manajemen Sampah

Pemerintah Kota Pangkalpinang menghadirkan inovasi terbaru berupa aplikasi PKP SMART sebagai bagian dari Gerakan Bangkit Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan digitalisasi layanan publik. Peluncuran aplikasi ini dilaksanakan bersamaan dengan peringatan Hari Jadi Kota Pangkalpinang yang ke-269, pada hari Kamis, 17 September 2026, di halaman Kantor Wali Kota.
Tujuan dan Manfaat PKP SMART
Wali Kota Pangkalpinang, Prof. Saparudin, menjelaskan bahwa kehadiran PKP SMART bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dalam pelayanan publik. Aplikasi ini dirancang agar proses yang dilakukan lebih cepat, transparan, dan terintegrasi. Salah satu fokus dari aplikasi ini adalah memudahkan masyarakat dalam melakukan pembayaran pajak dan retribusi secara digital, sehingga menciptakan sistem cashless yang lebih modern.
“Dengan adanya PKP SMART, kami berharap dapat mengoptimalkan penerimaan PAD melalui pemungutan pajak dan retribusi yang lebih efisien,” ungkap Prof. Saparudin.
Inisiatif Lingkungan dan Pengelolaan Sampah
Selain fokus pada digitalisasi pelayanan, Pemerintah Kota Pangkalpinang juga berkomitmen untuk meningkatkan pengelolaan sampah. Salah satu langkah strategis yang diambil adalah peluncuran program Kota Hijau dan Lingkungan Berkelanjutan. Dalam program ini, Pemkot meresmikan Tempat Pengumpulan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) Kawa Begawe yang terletak di Selindung, Kecamatan Gabek.
Pemilahan Sampah untuk Pengolahan yang Lebih Baik
TPS3R berfungsi untuk memilah sampah berdasarkan kategori organik dan anorganik, yang kemudian diolah sesuai dengan tujuan masing-masing. Selain itu, Pemkot juga merencanakan pembangunan satu unit TPS3R tambahan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun depan.
- Pengelolaan sampah yang lebih terstruktur.
- Peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pengurangan sampah.
- Optimalisasi pemanfaatan limbah organik.
- Diskusi dan kolaborasi dengan masyarakat.
- Inovasi dalam pengelolaan lingkungan.
Rencana Pembangunan TPS3R Tambahan
Dalam upaya memperluas jaringan pengelolaan sampah, Pemkot Pangkalpinang telah mengajukan rencana pembangunan lima unit TPS3R tambahan kepada Kementerian Pekerjaan Umum. Sementara itu, pengembangan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) masih dalam proses perencanaan yang matang.
Pengurangan Sampah ke Tempat Pemrosesan Akhir
Prof. Saparudin menegaskan bahwa dengan adanya TPS3R dan TPST, diharapkan sampah yang dihasilkan di Kota Pangkalpinang tidak lagi dibuang langsung ke tempat pemrosesan akhir (TPA). Sampah akan melalui proses pengolahan terlebih dahulu, sementara residu akan ditangani pada tahap selanjutnya.
“Dengan implementasi TPS3R dan TPST, kami berkomitmen untuk mengelola sampah secara berkelanjutan. Hanya residu yang akan masuk ke TPST, sehingga kami dapat meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan,” tegasnya.
Apresiasi kepada Berbagai Pihak
Pada kesempatan tersebut, Wali Kota juga menyampaikan rasa terima kasih kepada berbagai pihak, termasuk DPRD, Forkopimda, para pemimpin partai politik, tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi kepemudaan, hingga insan pers. Dukungan dari semua elemen masyarakat sangat berarti dalam mendukung jalannya pemerintahan.
Harapan untuk Masyarakat Kota Pangkalpinang
Prof. Saparudin berharap, berbagai inovasi dalam pelayanan dan program pembangunan lingkungan dapat terus mendorong kemajuan Kota Pangkalpinang. Ia yakin bahwa semua inisiatif ini akan membawa manfaat yang signifikan bagi masyarakat dan meningkatkan kualitas hidup warga kota.
Dengan peluncuran PKP SMART dan langkah-langkah strategis dalam pengelolaan sampah, Kota Pangkalpinang menunjukkan komitmennya untuk menuju kota yang lebih baik, lebih bersih, dan lebih siap menghadapi tantangan di era digital. Melalui kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan setiap langkah yang diambil akan membawa dampak positif yang berkelanjutan bagi lingkungan dan perekonomian daerah.



