222 CPNS Nias Barat Mengikuti Latsar, Bupati Soroti Pentingnya Integritas dan Inovasi

Pada tanggal terbaru, sebanyak 222 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dari Kabupaten Nias Barat mengikuti kegiatan Pembentukan Karakter dan Kompetensi (Latsar) yang diadakan oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Sumatera Utara. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal yang signifikan dalam membangun integritas dan inovasi di kalangan ASN.
Pembagian Peserta Latsar
Dari total 222 peserta yang mengikuti Latsar, terdiri dari 22 orang yang masuk dalam golongan II dan 200 orang dari golongan III. Secara rinci, mereka terbagi menjadi 182 tenaga teknis dan 40 tenaga kesehatan yang siap memberikan kontribusi bagi daerah.
Makna Sebuah Latsar
Bupati Nias Barat, Eliyunus, menekankan bahwa Latsar bukanlah sekadar formalitas dalam administrasi. Lebih dari itu, kegiatan ini merupakan proses penting dalam membentuk integritas, kompetensi, dan karakter ASN yang berorientasi pada pelayanan publik yang optimal.
“Latsar harus dimaknai sebagai usaha membangun sikap, tanggung jawab, dan integritas yang baik sebagai aparatur sipil negara,” ungkap Eliyunus. Ia mengajak semua peserta untuk tidak hanya sekadar menjalani pelatihan, tetapi untuk menghasilkan inovasi yang nyata dan menjaga rekam jejak yang positif dalam setiap tugas yang diemban.
Peran dan Harapan CPNS
Menurut Eliyunus, para CPNS adalah sumber daya baru dan penuh harapan yang akan mempercepat proses pembangunan serta meningkatkan pelayanan publik di Kabupaten Nias Barat. Mereka diharapkan mampu bekerja dengan baik meskipun dihadapkan pada berbagai tantangan yang ada di daerah ini.
Tantangan yang Dihadapi
Eliyunus juga menjelaskan beberapa tantangan yang akan dihadapi para CPNS, antara lain:
- Kondisi geografis yang sulit dan keterbatasan aksesibilitas.
- Kesenjangan dalam kompetensi dan literasi digital.
- Ekspektasi masyarakat yang semakin tinggi terhadap pelayanan publik.
- Keterbatasan anggaran yang mengharuskan ASN untuk bekerja lebih efisien.
- Berbagai tantangan lainnya yang berkaitan dengan dinamika sosial dan ekonomi.
Strategi Pengembangan SDM ASN
Untuk menghadapi tantangan tersebut, Eliyunus menggarisbawahi tiga arah pengembangan sumber daya manusia aparatur, yaitu:
- Transformasi digital dan penguasaan literasi teknologi.
- Peningkatan kompetensi berbasis meritokrasi.
- Penguatan integritas dan tata kelola pemerintahan yang bersih dari korupsi, kolusi, dan nepotisme.
Nilai Dasar ASN BerAKHLAK
Eliyunus mengingatkan peserta untuk selalu mengimplementasikan nilai dasar ASN BerAKHLAK, yang mencakup:
- Berorientasi kepada pelayanan.
- Akuntabel dalam menjalankan tugas.
- Kompeten di bidangnya masing-masing.
- Harmonis dalam bekerja sama dengan tim.
- Loyal, adaptif, dan kolaboratif dalam menghadapi berbagai situasi.
“Jangan pernah menjual kewenangan dan kepercayaan negara yang diberikan kepada Anda. Tingkatkan terus kompetensi dan jadikan belajar sebagai sebuah kebiasaan sepanjang karier Anda. Hadir untuk memberikan solusi, bukan menambah masalah,” tegasnya.
Implementasi Inovasi
Lebih lanjut, Eliyunus meminta agar proyek aktualisasi yang disusun oleh peserta selama Latsar tidak berhenti hanya sebagai dokumen untuk memenuhi syarat kelulusan. “Inovasi yang dihasilkan harus benar-benar diterapkan dan memberikan dampak positif di tempat tugas masing-masing, entah itu di dinas, badan, puskesmas, maupun sekolah,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya membangun rekam jejak yang positif. “Kinerja dan perilaku Anda akan menjadi penentu kepercayaan organisasi kepada Anda di masa mendatang,” tambah Eliyunus.
Apresiasi kepada BPSDM
Pada kesempatan yang sama, Eliyunus juga memberikan penghargaan kepada BPSDM Provinsi Sumatera Utara atas dukungan dan fasilitasi yang telah diberikan dalam pelaksanaan Latsar CPNS di Kabupaten Nias Barat. Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Plt Asisten II, Asisten III, Kepala BKPSDM beserta jajaran, serta para kepala perangkat daerah di Kabupaten Nias Barat.
Dari pihak BPSDM Provinsi Sumatera Utara, hadir pula Kabid Pengembangan Kompetensi Manajerial, Drs. August Nadeak, bersama tim Liaison Officer (LO) yang terdiri dari Freddy Hutabarat, Ilham Fadhly Harahap, Muksin, Dame Simamora, dan Rohayati, yang turut berkontribusi dalam kesuksesan acara ini.
Kesimpulan
Pelaksanaan Latsar ini adalah langkah awal yang krusial untuk membentuk generasi CPNS yang tidak hanya memenuhi syarat administrasi, tetapi juga memiliki integritas dan inovasi yang tinggi. Dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, diharapkan para CPNS Nias Barat dapat menjadi agen perubahan yang berkontribusi positif bagi pembangunan daerah dan pelayanan publik yang lebih baik.