Karyawan Dapur SPPG Al Dabil Pertanyakan Status Setelah Dugaan Perubahan Sepihak

Sejumlah karyawan Dapur SPPG Al Dabil yang berlokasi di Desa Sukosari Lor, Kecamatan Sukosari, Kabupaten Bondowoso kini berada dalam situasi ketidakpastian mengenai status pekerjaan mereka. Hal ini muncul setelah terungkap dugaan bahwa posisi mereka telah dialihkan kepada individu lain tanpa adanya pemberitahuan resmi dari pihak yayasan atau Kepala SPPG Al Dabil Sukosari.
Ketidakpastian Status Pekerjaan
Para karyawan tersebut menegaskan bahwa mereka tidak pernah mengajukan surat pengunduran diri, maupun menerima pemberitahuan resmi terkait pemecatan dari yayasan yang mengelola SPPG Al Dabil. Masalah ini menjadi sorotan setelah beberapa di antara mereka menyadari bahwa posisi yang mereka tempati kini telah diisi oleh orang lain, situasi ini terjadi setelah Dapur SPPG Al Dabil beroperasi selama sembilan bulan.
Salah satu karyawan, Dwi Putri Charila, mengungkapkan bahwa ia mengetahui tentang penggantian dirinya melalui kabar dari teman. Meskipun namanya masih tercantum dalam Surat Keputusan (SK) karyawan Dapur SPPG Al Dabil, kenyataannya ia tidak lagi menjabat di posisi tersebut.
Pengalaman Dwi Putri Charila
“Saya tidak menyangka, tiba-tiba seorang teman memberi tahu bahwa nama saya masih tercantum dalam SK di dapur SPPG, tetapi sudah ada orang lain yang mengambil alih posisi saya,” ujarnya saat diwawancarai oleh awak media pada Selasa, 22 September 2026. Putri juga menekankan bahwa ia tidak pernah mendapatkan informasi resmi mengenai penghentian statusnya sebagai karyawan.
Lebih lanjut, ia menyatakan ketidakjelasan mengenai pihak yang berwenang dalam pengambilan keputusan tersebut. Informasi tentang pergantian karyawan sebenarnya diterima dari rekan-rekan kerja, bukan melalui saluran resmi dari manajemen SPPG.
Suara Karyawan Lain
Hal senada juga disampaikan oleh karyawan lain, Nur Laila. Ia mengonfirmasi bahwa tidak pernah mengajukan pengunduran diri dan tidak mendapatkan konfirmasi terkait pemecatan dari yayasan atau kepala SPPG Al Dabil Sukosari. “Cobalah kamu tanyakan kepada temanmu, kita tidak diberhentikan, kita hanya diberi tahu bahwa kita mau mengundurkan diri,” jelasnya.
Ketidakpastian ini menimbulkan berbagai pertanyaan di antara karyawan. Sementara beberapa dari mereka dinyatakan telah digantikan, nama mereka masih terdaftar dalam SK karyawan SPPG Al Dabil Sukosari. Hal ini menciptakan pertanyaan yang mendalam mengenai status mereka saat ini.
Dasar Pergantian yang Dipertanyakan
Dalam konteks ini, para karyawan mulai mempertanyakan dasar dari pergantian tersebut. Jika mereka memang telah diberhentikan, mereka ingin mengetahui mengenai dasar dan mekanisme dari proses pemecatan tersebut. Sebaliknya, jika mereka masih resmi terdaftar sebagai karyawan, mereka ingin memahami mengapa orang lain ditempatkan pada posisi yang sebelumnya mereka tempati.
Informasi yang beredar di kalangan karyawan menyebutkan bahwa pergantian tersebut mungkin terkait dengan seorang anggota Babinsa Fd Sukosari. Terdapat kabar bahwa individu tersebut akan membantu mencarikan pekerjaan di Dapur SPPG Desa Pringgondani. Namun, informasi tersebut belum mendapatkan konfirmasi dari Kepala SPPG Al Dabil Sukosari.
Kepastian dari Pihak Pengelola
Karena itu, para karyawan sangat berharap agar pihak yang berwenang dapat memberikan penjelasan mengenai status pekerjaan mereka. Mereka menginginkan kejelasan mengenai dasar pergantian yang terjadi, mekanisme penghentian, serta pihak yang bertanggung jawab dalam pengambilan keputusan tersebut.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi yang diterima dari Yayasan atau Kepala SPPG Al Dabil Sukosari terkait dugaan pemecatan dan penggantian sejumlah karyawan. Selain itu, konfirmasi mengenai dugaan keterlibatan anggota Babinsa Fd Sukosari dalam proses pergantian, serta rencana untuk mencarikan tempat kerja bagi karyawan di Dapur SPPG Desa Pringgondani, juga masih diperlukan.
Klarifikasi yang Diharapkan
Pihak-pihak yang terlibat dalam isu ini diharapkan dapat memberikan klarifikasi yang diperlukan. Penjelasan yang komprehensif akan penting untuk menjernihkan keadaan dan memberikan rasa aman bagi karyawan yang merasa dirugikan oleh situasi yang tidak menentu ini.
Dengan adanya transparansi dan komunikasi yang baik, diharapkan masalah ini dapat diselesaikan tanpa menimbulkan kesalahpahaman lebih lanjut di kalangan karyawan Dapur SPPG Al Dabil. Kejelasan dari pihak yayasan sangat dibutuhkan untuk memulihkan kepercayaan dan memastikan bahwa hak-hak karyawan terlindungi.

