Waskita Karya Dapatkan Kepercayaan Kerjakan Proyek Rumah Sakit Rp217,97 Miliar di Maluku

Waskita Karya, perusahaan konstruksi terkemuka di Indonesia, kembali memperoleh kepercayaan untuk melaksanakan proyek rumah sakit di luar Pulau Jawa. Kali ini, Waskita Karya akan menjalankan pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cendrawasih Dobo di Maluku dengan nilai kontrak mencapai Rp217,97 miliar. Proyek ini tidak hanya berkontribusi terhadap infrastruktur kesehatan, tetapi juga diharapkan mampu memenuhi kebutuhan layanan kesehatan masyarakat yang selama ini diharapkan.
Peran Strategis dalam Pembangunan Kesehatan
Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan, Azhar Jaya, menekankan bahwa pembangunan RSUD di Maluku ini menjadi simbol kehadiran negara dalam menyediakan layanan kesehatan yang merata. Masyarakat di daerah terpencil, yang selama ini menghadapi keterbatasan akses terhadap fasilitas kesehatan, menyambut baik proyek ini dengan harapan yang tinggi.
“Dengan adanya rumah sakit yang baru, sekitar 60-70 persen kasus kesehatan tidak perlu dirujuk ke rumah sakit lain. Ini adalah langkah positif untuk meningkatkan aksesibilitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat,” ungkap Azhar Jaya.
Program Percepatan Hasil Terbaik Cepat (PHTC)
Pembangunan RSUD Cendrawasih Dobo merupakan bagian dari Program Percepatan Hasil Terbaik Cepat (PHTC) yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto. Target dari program ini adalah untuk memperbarui sebanyak 66 rumah sakit dari kelas D menjadi kelas C. Langkah ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi peningkatan layanan kesehatan di daerah-daerah yang kurang terlayani.
“Tahun lalu, sebanyak 22 rumah sakit telah berhasil dibangun. Ini adalah bukti nyata bahwa proyek infrastruktur kesehatan dapat diwujudkan dengan cepat dan efisien,” tambahnya.
Komitmen Waskita Karya terhadap Kualitas
Corporate Secretary Waskita Karya, Ermy Puspa Yunita, menyatakan bahwa pembangunan RSUD ini dijadwalkan akan selesai dalam waktu sepuluh bulan, dimulai dari Maret hingga akhir Desember 2026. Waskita Karya berkomitmen untuk menyelesaikan proyek ini tepat waktu, dengan tetap memperhatikan standar kualitas yang tinggi.
“Kami merasa bangga dapat berkontribusi dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Proyek ini akan memberikan fasilitas kesehatan yang memadai bagi masyarakat di Kabupaten Kepulauan Aru, khususnya Kecamatan Pulau-Pulau Aru, tanpa harus menempuh jarak jauh,” ungkap Ermy dalam pernyataan resminya.
Peningkatan Kapasitas RSUD Cendrawasih Dobo
Sebelumnya, RSUD Cendrawasih Dobo telah beroperasi, namun kapasitas dan fasilitas yang tersedia masih terbatas. Oleh karena itu, pembangunan gedung baru menjadi sangat penting untuk memenuhi kebutuhan layanan kesehatan yang semakin meningkat.
Rencananya, Waskita Karya akan membangun gedung baru seluas 8.438 meter persegi di atas lahan seluas 36.185 m2. Lokasi gedung baru ini akan ditempatkan di bagian depan area rumah sakit, sehingga mudah diakses dari jalan utama.
Aksesibilitas dan Desain yang Ramah Pasien
Penempatan bangunan rumah sakit di bagian depan bertujuan untuk memastikan aksesibilitas yang maksimal. Ini sangat penting, terutama bagi pasien rawat jalan dan layanan gawat darurat, karena posisi ini memudahkan ambulans dan pengunjung untuk memasuki fasilitas medis tanpa harus masuk jauh ke dalam area rumah sakit.
Dalam konsep desain, Waskita Karya menciptakan lingkungan yang mendukung proses pemulihan pasien, yang dikenal sebagai healing environment. Selain itu, perusahaan juga berupaya meningkatkan pengalaman pasien dan keluarganya untuk mendapatkan manfaat kesehatan yang positif dan berkelanjutan.
Material Ramah Lingkungan untuk Interior
Waskita Karya memilih material finishing interior dan furnitur dengan warna pastel untuk menciptakan suasana ruang yang alami, hangat, dan menenangkan. Selain itu, material nontekstur dan anti-bakteri dipilih untuk memastikan bahwa interior rumah sakit tetap mudah dibersihkan dan selalu higienis.
“Kami berkomitmen untuk menghadirkan lingkungan yang nyaman dan bersih, yang pada akhirnya akan mendukung proses pemulihan pasien,” tegas Ermy.
Pengalaman dan Kepercayaan Waskita Karya
Sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang telah berpengalaman lebih dari 65 tahun, Waskita Karya terus mendukung program pemerintah dan berkontribusi pada kesejahteraan masyarakat melalui pengerjaan proyek infrastruktur. Sebelumnya, perusahaan ini juga telah dipercaya untuk mengerjakan dua rumah sakit yang termasuk dalam program PHTC, yaitu RSUD Tuan Besar Syarif Idrus Kubu Raya di Kalimantan Barat dan RSUD Akhmad Berahim Tana Tidung di Kalimantan Utara.
Profil Perusahaan Waskita Karya
Didirikan pada tahun 1961, Waskita Karya adalah BUMN yang beroperasi di sektor konstruksi. Pada Desember 2012, perusahaan ini resmi menjadi perusahaan publik dan terdaftar di Bursa Efek Indonesia dengan kode saham “WSKT”. Dalam beberapa tahun terakhir, Waskita Karya semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu kontraktor utama di Indonesia serta pengembang infrastruktur dan real estate melalui pendirian beberapa anak usaha, termasuk PT Waskita Beton Precast Tbk, PT Waskita Toll Road, PT Waskita Karya Realty, dan PT Waskita Karya Infrastruktur.
Keberhasilan Waskita Karya dalam menjalankan proyek rumah sakit di Maluku ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi proyek-proyek infrastruktur kesehatan lainnya di Indonesia, terutama di daerah-daerah yang membutuhkan perhatian lebih dalam hal fasilitas kesehatan.




