Wali Kota Tanjungbalai Dukung Sumut Bebas Rabies 2030 dalam Bulan Bakti Peternakan

Pencegahan rabies merupakan isu penting yang mempengaruhi kesehatan masyarakat dan hewan. Dalam upaya untuk mencapai tujuan ambisius Sumatera Utara (Sumut) bebas rabies pada tahun 2030, Wali Kota Tanjungbalai, Mahyaruddin Salim, bersama dengan berbagai pejabat daerah, telah menegaskan komitmen mereka dalam perayaan Bulan Bhakti Peternakan dan Hari Rabies Sedunia. Deklarasi ini menjadi langkah awal untuk menggalang dukungan bersama dalam melindungi masyarakat dari ancaman rabies.
Komitmen Bersama untuk Mewujudkan Sumut Bebas Rabies 2030
Pada acara yang berlangsung di Lapangan Astaka, Jalan Pancing, Deliserdang, Wali Kota Mahyaruddin Salim hadir bersama Kadis Perikanan, Pertanian, dan Pangan, Muslim, serta Kadis Kominfo, Indra Adiguna. Mereka berpartisipasi dalam deklarasi yang dipimpin oleh Wakil Gubernur Sumut, Surya, yang menandai komitmen untuk mengatasi rabies secara terintegrasi. Pada kesempatan tersebut, Surya juga menerima sertifikat Museum Rekor Indonesia (MURI) atas pencapaian vaksinasi rabies terbanyak, yaitu 15 ribu dosis.
Dalam sambutannya, Surya mengemukakan bahwa Pemerintah Provinsi Sumut bertekad untuk memastikan ketersediaan vaksin rabies di setiap kabupaten dan kota. Ia menekankan pentingnya penguatan pusat kesehatan hewan dan peningkatan kapasitas tenaga medis veteriner. Dengan langkah-langkah ini, diharapkan pencegahan dan pengendalian rabies dapat ditangani dengan lebih efektif.
Rincian Komitmen Vaksinasi dan Pencegahan
Surya menjelaskan, pada tahun 2025, Sumatera Utara tercatat mengalami 280 kasus rabies. Angka tersebut menjadi pengingat bahwa upaya pencegahan rabies tidak hanya berkaitan dengan kesehatan hewan, tetapi juga sangat penting untuk melindungi keselamatan masyarakat. Target untuk menjadikan Sumut bebas rabies pada 2030 hanya dapat tercapai jika semua pihak berkolaborasi.
- Penguatan pusat kesehatan hewan
- Peningkatan kapasitas tenaga medis veteriner
- Surveilans dan deteksi dini
- Penyediaan vaksin rabies di seluruh kabupaten/kota
- Edukasi masyarakat mengenai pentingnya vaksinasi hewan peliharaan
Lebih lanjut, Surya mengajak semua elemen masyarakat, termasuk pemerintah daerah, organisasi profesi, perguruan tinggi, dunia usaha, dan komunitas, untuk berperan aktif dalam pencegahan rabies. Pendekatan One Health yang menghubungkan kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan diharapkan dapat menjadi solusi yang komprehensif.
Mendorong Kesadaran Masyarakat dalam Vaksinasi Hewan
Sebagai langkah nyata dalam meningkatkan kesadaran masyarakat, Surya menekankan pentingnya vaksinasi massal terhadap hewan peliharaan. Dengan melakukan vaksinasi terhadap 15 ribu ekor hewan, diharapkan masyarakat dapat lebih menyadari tanggung jawab mereka dalam memberikan vaksinasi secara rutin kepada hewan peliharaan mereka. Kesadaran masyarakat dianggap sebagai kunci untuk memutus rantai penularan rabies.
“Saya juga mengajak seluruh masyarakat untuk rutin memvaksinasi hewan peliharaannya. Kesadaran masyarakat merupakan kunci untuk memutus rantai penularan rabies,” ungkapnya dengan tegas.
Pentingnya Memahami Dampak Rabies
Menurut Nuryani Zainuddin, Sekretaris Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, masalah rabies bukan sekadar angka kasus atau program vaksinasi. Ia menekankan bahwa rabies berhubungan langsung dengan kesehatan dan kehidupan manusia. Setiap kasus rabies dapat membawa dampak besar bagi keluarga yang terlibat, termasuk kecemasan dan harapan untuk keselamatan anak-anak mereka.
- Setiap kasus rabies membawa dampak emosional bagi keluarga
- Kesadaran akan pentingnya pencegahan rabies perlu ditingkatkan
- Rabies dapat dicegah dengan tindakan yang tepat
- Vaksinasi adalah langkah utama dalam pencegahan
- Keterlibatan masyarakat sangat dibutuhkan dalam program ini
Implementasi Deklarasi dan Kolaborasi Lintas Sektor
Deklarasi yang dibacakan di acara tersebut mencakup komitmen untuk mewujudkan Sumatera Utara bebas dari rabies pada tahun 2030. Langkah-langkah yang direncanakan meliputi pencegahan dan pengendalian rabies secara terpadu, penyediaan vaksin di seluruh kabupaten/kota, serta pelaksanaan surveilans dan deteksi dini. Edukasi masyarakat juga menjadi bagian penting dari rencana ini, bersama dengan penguatan kolaborasi lintas sektor melalui pendekatan One Health.
Dalam rangka memperkuat komitmen ini, Wali Kota Mahyaruddin Salim turut serta dalam kegiatan jalan santai yang diadakan bersama Wakil Gubernur dan Nuryani Zainuddin, serta peserta lainnya. Kegiatan ini terbuka untuk umum dan bertujuan untuk mengajak masyarakat berpartisipasi dalam program pencegahan rabies.
Dukungan Pemerintah Kota Tanjungbalai
Wali Kota Mahyaruddin menegaskan, pihaknya siap mendukung dan berkolaborasi dengan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi untuk memastikan pelaksanaan program berlangsung efektif dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Ia mengharapkan bahwa setiap langkah yang diambil dapat memberikan dampak positif bagi kesehatan masyarakat dan hewan di Tanjungbalai.
“Kami dari Pemko Tanjungbalai siap mendukung dan berkolaborasi agar pelaksanaannya berjalan dengan baik dan menyentuh seluruh lapisan masyarakat nantinya,” tegasnya. Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota juga menerima piagam penghargaan dan menandatangani deklarasi yang berisi komitmen untuk mewujudkan Sumatera Utara bebas rabies pada tahun 2030.



