kpkgg

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

Laporan KhususMEDAN

Maulid Nabi di Masjid Al Ikhlas, Wali Kota Medan Serukan Pembentukan Generasi Beriman dan Berakhlak

Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Al Ikhlas menjadi momen penting yang tidak hanya merayakan kelahiran sang Nabi, tetapi juga mengajak generasi muda untuk menjadikan masjid sebagai tempat pertumbuhan iman dan akhlak. Dalam acara tersebut, Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, melalui perwakilannya, mengingatkan pentingnya peran aktif remaja dalam memperkuat syiar Islam di tengah masyarakat. Semangat ini diharapkan dapat membangkitkan kesadaran kolektif untuk melahirkan generasi beriman yang siap menghadapi tantangan zaman.

Apresiasi Wali Kota terhadap Generasi Muda

Dalam acara yang berlangsung di Masjid Al Ikhlas, Jalan Raharja, Lingkungan 12 Pondok Batuan, Kelurahan Tanjung Sari, Kecamatan Medan Selayang, pada malam Sabtu, 12 September 2026, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kota Medan, H. Muhammad Sofyan, menyampaikan pesan dari Wali Kota Medan. Ia memuji semangat para remaja yang aktif berpartisipasi dalam kegiatan keagamaan dan menekankan pentingnya peran mereka dalam memakmurkan masjid.

Sofyan menegaskan bahwa keberadaan generasi muda yang aktif di masjid merupakan modal berharga untuk membangun masyarakat yang tidak hanya cerdas, tetapi juga mempunyai iman yang kuat serta berakhlak mulia. Kegiatan ini diharapkan dapat membangun rasa kebersamaan serta mempererat ukhuwah Islamiyah di antara warga.

Pentingnya Keteladanan Rasulullah

Lebih lanjut, Sofyan mengingatkan bahwa peringatan Maulid Nabi seharusnya tidak hanya menjadi acara seremonial semata. Ia menekankan pentingnya menghayati perjuangan dan keteladanan Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari. “Kita harus mewujudkan keteladanan Rasulullah dalam berbagai aspek kehidupan, seperti kejujuran, amanah, dan kepedulian sosial,” ujarnya.

Pesan ini menjadi pengingat bagi seluruh umat Islam, khususnya generasi muda, untuk tidak hanya merayakan, tetapi juga menginternalisasi nilai-nilai yang diajarkan oleh Nabi dalam setiap tindakan mereka. Dengan cara ini, peringatan Maulid dapat menjadi momentum untuk memperkuat iman dan akhlak di tengah masyarakat.

Masjid Sebagai Wadah Pertumbuhan

Sofyan juga memberikan dorongan kepada remaja Masjid Al Ikhlas untuk menjadikan masjid sebagai tempat menimba ilmu, memperkuat iman, dan membangun solidaritas antar sesama. “Saya menyerukan kepada anak-anak kami di Remaja Masjid Al Ikhlas untuk terus menjadikan masjid sebagai wadah pertumbuhan generasi muda yang beriman dan bermanfaat bagi masyarakat sekitar,” ungkapnya.

Dia menekankan bahwa masjid seharusnya tidak hanya dipandang sebagai tempat untuk beribadah, melainkan juga sebagai pusat pembinaan generasi muda dan berbagai kegiatan sosial yang memberikan manfaat bagi lingkungan. Dengan demikian, semangat kebaikan yang tumbuh dari masjid dapat membantu membangun Kota Medan yang lebih religius dan beradab.

Visi Kota Medan untuk Semua

Sofyan menambahkan, “Jika kita bisa menjaga semangat kebaikan dan kepedulian ini, cita-cita ‘Medan untuk Semua, Semua untuk Medan’ akan terwujud dari lingkungan terdekat kita.” Hal ini menunjukkan bahwa setiap individu memiliki peran penting dalam membangun masyarakat yang lebih baik melalui tindakan nyata dan partisipasi aktif.

Inisiatif Remaja Masjid Al Ikhlas

Ketua Remaja Masjid Al Ikhlas, Arya Wirasukma, mengungkapkan bahwa peringatan Maulid Nabi kali ini sepenuhnya merupakan inisiatif dari para remaja masjid. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk merayakan kelahiran Rasulullah, tetapi juga menjadi kesempatan bagi generasi muda untuk memperkuat tali silaturahmi dan menumbuhkan cinta kepada Nabi Muhammad SAW.

“Kegiatan ini merupakan bentuk kecintaan generasi muda kepada Rasulullah dan sekaligus ajang untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah di kalangan remaja masjid,” tambah Arya. Hal ini menunjukkan bahwa remaja memiliki tanggung jawab untuk terus menjaga nilai-nilai keislaman dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Tausyiah Sebagai Pengingat

Selama peringatan Maulid Nabi, acara diisi dengan tausyiah yang disampaikan oleh Ustadz Rajuddin Sagala, yang juga merupakan anggota DPRD Kota Medan. Tausyiah ini menjadi bagian penting untuk mengajak jamaah, terutama generasi muda, agar menjadikan akhlak Rasulullah SAW sebagai teladan dalam kehidupan mereka.

Dengan menghadirkan tokoh yang berpengaruh dalam tausyiah, diharapkan pesan-pesan yang disampaikan dapat lebih mudah diterima dan diaplikasikan oleh para remaja. Ini menjadi salah satu cara untuk menguatkan keimanan serta menanamkan nilai-nilai positif dalam diri generasi muda.

Kegiatan Berbasis Islami

Rangkaian acara peringatan Maulid Nabi juga dimeriahkan dengan berbagai perlombaan bernuansa Islami. Perlombaan tersebut tidak hanya menambah semarak acara, tetapi juga menjadi sarana untuk menumbuhkan semangat kompetisi yang sehat di kalangan remaja. Para pemenang dari perlombaan ini menerima hadiah sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi dan semangat mereka dalam menyemarakkan syiar Islam.

Hadiah-hadiah tersebut diserahkan oleh H. Muhammad Sofyan bersama Penasehat Remaja Masjid Al Ikhlas, Muhammad Edison Ginting Cobra, yang juga merupakan Ketua Persatuan Wartawan Pemko Medan (PWPM). Hal ini menunjukkan dukungan dan perhatian dari berbagai pihak terhadap kegiatan yang diadakan oleh remaja masjid.

Peran Remaja Masjid dalam Masyarakat

Muhammad Edison Ginting menegaskan bahwa keberadaan remaja masjid harus memberikan dampak yang nyata bagi masyarakat. Ia menekankan pentingnya agar aktivitas generasi muda di masjid tidak hanya terlihat saat peringatan hari besar Islam saja.

“Remaja masjid tidak boleh hanya terlihat saat ada kegiatan seremonial, tetapi juga harus aktif dalam kegiatan positif yang berdampak bagi warga setempat,” tegas Edison. Pernyataan ini menekankan pentingnya konsistensi dan keberlanjutan dalam kegiatan yang diadakan oleh remaja masjid.

Mendorong Program Kreatif dan Produktif

Dia juga mendorong Remaja Masjid Al Ikhlas untuk menyusun berbagai program yang kreatif, produktif, dan memberikan nilai ibadah. Program-program tersebut diharapkan dapat menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus menjadi sarana pembinaan bagi generasi muda.

“Ke depan, saya menekankan agar Remaja Masjid Al Ikhlas menciptakan program yang lebih baik lagi. Jadikan masjid sebagai tempat yang mendukung pertumbuhan generasi muda yang beriman dan berakhlak,” ujarnya. Dengan langkah ini, diharapkan masjid dapat menjadi pusat pengembangan potensi generasi muda dalam berbagai bidang.

Menjaga Semangat untuk Kebaikan

Edison juga berharap agar semangat para remaja tetap terjaga, sehingga masjid semakin ramai dengan kegiatan ibadah, pendidikan, sosial, dan pembinaan akhlak. “Semoga semangat ini terus tumbuh dan menjadi amal kebaikan yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” tambahnya.

Kehadiran berbagai pihak dalam kegiatan ini, termasuk Ketua BKM Masjid Al Ikhlas H. Sutarno, Camat Medan Selayang Muhammad Husnul Hafiz, dan Lurah Tanjung Sari Ihsan Nugraha, menunjukkan dukungan luas terhadap aktivitas yang dilakukan oleh remaja masjid. Partisipasi aktif dari tokoh masyarakat diharapkan dapat memotivasi generasi muda untuk terus berkontribusi dalam pembangunan masyarakat yang lebih baik.

Related Articles

Back to top button