kpkgg

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

dpcEkonomigemiraMBGpenggerakPosmetro MedanrakyatSUMATERA UTARA

Gemira Deliserdang: Program MBG sebagai Penggerak Ekonomi Rakyat, Lebih dari Sekadar Makan Gratis

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diinisiasi oleh pemerintah pusat bukanlah sekadar tindakan pemberian makanan kepada anak-anak sekolah, melainkan sebuah inisiatif yang memiliki dampak ekonomi yang luas. Ketua DPC Gerakan Muslim Indonesia Raya (Gemira) Kabupaten Deli Serdang, Muhammad Hendrik, SH., MH., menekankan bahwa program ini berperan sebagai penggerak ekonomi rakyat dan memberikan manfaat lebih dari yang terlihat di permukaan.

Dampak Ekonomi yang Luas dari Program MBG

Dalam pertemuannya dengan Dr. H. Saripuddin Daulay, S.Ag., M.Pd., Penasihat Gemira Deli Serdang yang juga menjabat sebagai Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakan Kemenag) deliserdang, Hendrik mengungkapkan pandangannya tentang program MBG. Ia berpendapat bahwa inisiatif ini adalah langkah strategis yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal di Kabupaten Deli Serdang.

“Jangan hanya melihat MBG sebagai sekadar bagi-bagi makanan. Ini adalah program kebaikan yang luar biasa. Perputaran uangnya langsung menyentuh masyarakat kecil,” tegas Hendrik kepada wartawan pada tanggal 26 September 2026.

Kebutuhan Bahan Baku yang Memicu Pertumbuhan Lokal

Untuk mendukung pelaksanaan MBG, pemerintah harus menyediakan pasokan bahan baku dalam jumlah yang signifikan dan berkelanjutan. Ini menjadi peluang emas bagi para petani dan peternak lokal. Permintaan yang tinggi akan bahan baku menciptakan pasar yang stabil bagi mereka.

  • Petani sayur
  • Petani padi
  • Peternak ayam
  • Peternak telur
  • Nelayan

“Dengan adanya dapur MBG, hasil panen mereka akan terserap dengan baik. Mereka tidak perlu lagi khawatir mencari pasar, karena dapur MBG menjadi pasar tetap bagi mereka,” jelas Hendrik.

Memberdayakan Buruh dan Pelaku UMKM

Lebih jauh, Hendrik juga menyoroti bahwa program ini berfungsi sebagai penyelamat bagi kaum buruh dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di daerah tersebut. Ribuan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dibangun untuk menjalankan program ini memerlukan tenaga kerja untuk berbagai kegiatan, mulai dari memasak hingga distribusi logistik.

“Inisiatif ini membuka lapangan kerja baru bagi buruh dan ibu rumah tangga. UMKM dalam bidang katering, transportasi, dan kemasan juga dapat berkembang. Dengan demikian, uang akan berputar di desa dan tidak mengalir ke kota besar,” tegasnya.

Pentingnya Dukungan Masyarakat

Hendrik berharap agar seluruh elemen masyarakat di Deli Serdang memberikan dukungan penuh terhadap program ini dan berperan aktif dalam pengawasan agar pelaksanaannya tepat sasaran. Komitmen masyarakat sangat penting untuk memastikan bahwa manfaat program ini dapat dirasakan oleh semua lapisan masyarakat.

“Selama ini kita berbicara mengenai masalah stunting dan gizi anak. Dengan adanya MBG, anak-anak dari keluarga kurang mampu dapat memperoleh asupan gizi yang layak untuk mendukung proses belajar mereka. Sementara itu, orang tua mereka yang bekerja sebagai petani dan buruh akan merasakan peningkatan kesejahteraan. Ini adalah program yang memberikan manfaat berlipat ganda,” pungkasnya.

Related Articles

Back to top button