slot depo 10k slot depo 10k

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

Ekonomi BisnisUtama

Kredit Konsolidasi Bank Jatim Meningkat 41,68% dan Laba Bertambah 53,4%

PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) mencatatkan peningkatan yang signifikan dalam kinerja bisnisnya, meskipun di tengah tantangan global dan nasional yang kompleks. Dalam Public Expose Bank Jatim yang dilaksanakan secara daring pada 9 September 2026, perusahaan mengungkapkan transparansi dan komitmennya kepada semua stakeholder, termasuk publik dan investor.

Peningkatan Kinerja Bank Jatim

Direktur Utama Bank Jatim, Winardi Legowo, menegaskan pentingnya adaptasi terhadap perkembangan bisnis dan kebutuhan masyarakat. Berbagai upaya telah dilakukan, mulai dari penguatan tata kelola, manajemen risiko, hingga optimalisasi bisnis berbasis ekosistem. Selain itu, pengembangan sumber daya manusia dan akselerasi teknologi serta digitalisasi menjadi fokus utama untuk menghadapi tantangan yang ada.

“Transformasi yang kami lakukan bertujuan untuk menciptakan organisasi yang lebih adaptif dan berorientasi pada pertumbuhan yang berkelanjutan,” tambahnya dalam keterangan resmi yang dirilis pada 11 September 2026.

Tantangan Ekonomi yang Dihadapi

Bank Jatim menyadari bahwa kondisi perekonomian pada tahun 2026 menghadapi sejumlah tantangan, termasuk ketegangan geopolitik, perang dagang, risiko pangan dan energi, serta fluktuasi nilai tukar dan harga komoditas. Tantangan domestik juga tidak kalah berat, di antaranya pengetatan likuiditas, daya beli masyarakat yang masih lemah, maraknya pinjaman online ilegal, serta meningkatnya rasio kredit bermasalah, terutama pada sektor UMKM.

Namun, meskipun terdapat berbagai tantangan tersebut, fundamental ekonomi Indonesia menunjukkan daya tahan yang kuat. Pertumbuhan ekonomi Indonesia per Juni 2026 tercatat sebesar 5,29% year-on-year (yoy), sedangkan ekonomi Jawa Timur mencatatkan pertumbuhan kumulatif sebesar 5,84%, memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian Pulau Jawa dan Indonesia secara keseluruhan.

Strategi Terukur dalam Menghadapi Tantangan

Dalam menghadapi tantangan ini, Bank Jatim menerapkan strategi yang terukur. Fokus utama mereka adalah pengelolaan likuiditas yang efektif dan pertumbuhan kredit yang selektif. Selain itu, efisiensi operasional dan peningkatan transaksi digital juga menjadi perhatian utama, sementara pengendalian kualitas aset dilakukan sesuai dengan risk appetite perusahaan.

Performa Keuangan yang Mengesankan

Sampai dengan triwulan II 2026, Bank Jatim menunjukkan kinerja yang solid dengan total aset konsolidasi mencapai Rp 162 triliun, meningkat 37,16% dibandingkan tahun lalu. Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan aset produktif, dengan penyaluran kredit mencapai Rp 111 triliun, atau tumbuh 41,68% yoy.

  • Total Dana Pihak Ketiga (DPK) konsolidasi mencapai Rp 120 triliun, tumbuh 31,47% yoy.
  • Pendapatan bunga bersih mencapai sekitar Rp 4,6 triliun, meningkat 39,5% yoy.
  • Laba bersih konsolidasi mencapai sekitar Rp 1,2 triliun, tumbuh 53,4% yoy.

“Kinerja konsolidasi yang positif ini adalah hasil dari implementasi strategi korporasi dan sinergi yang kuat bersama anggota Kelompok Usaha Bank (KUB). Kami berkomitmen untuk terus mengoptimalkan sinergi ini guna menciptakan sumber pertumbuhan baru,” jelas Wahyukusumo Wisnubroto, Direktur Keuangan & Tresuri Bank Jatim.

Pengembangan Sinergi dan Inisiatif Bisnis

Bank Jatim terus berinovasi dalam mengembangkan sinergi dengan anggota KUB melalui berbagai inisiatif bisnis dan layanan. Di antara inisiatif tersebut adalah peningkatan transaksi internasional melalui remittance dan Trading Processing Agent, layanan safekeeping custodian untuk transaksi surat berharga, serta penyediaan Bank Notes.

Selain itu, Bank Jatim juga menawarkan layanan joint services untuk e-channel dan sistem pembayaran, serta menyediakan layanan perbankan untuk nasabah dengan profil khusus, termasuk pembiayaan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN).

“Melalui sinergi ini, kami berupaya membangun ekosistem bisnis yang saling melengkapi, sehingga dapat memberikan nilai tambah bagi nasabah, pemegang saham, dan semua pemangku kepentingan,” ungkap Wahyu.

Data Keuangan Bank Jatim Secara Mandiri

Secara bank only, hingga Juli 2026, Bank Jatim mencatat total aset sebesar Rp 98 triliun dengan penyaluran kredit mencapai Rp 66,4 triliun. Di sisi lain, DPK tercatat sebesar Rp 72,9 triliun. Dalam kondisi perekonomian yang menantang, Bank Jatim tetap mampu mencatat laba bersih sebesar Rp 802 miliar, tumbuh 1,76% yoy.

Menanggapi kontraksi DPK yang disebabkan oleh berkurangnya Transfer ke Daerah, Wahyu menekankan bahwa Bank Jatim terus memperkuat sumber dana murah dari masyarakat. Langkah ini dilakukan melalui peningkatan transactional banking, ekspansi layanan digital JConnect Mobile, serta program pemasaran yang bersifat seasonal.

Strategi Digital dan Akuisisi Nasabah

Bank Jatim juga berupaya memperluas akses layanan melalui pengembangan Agen Laku Pandai dan penambahan jaringan ATM dan CRM. “Penguatan ekosistem digital menjadi salah satu strategi utama kami untuk meningkatkan utilitas layanan, memperluas akuisisi nasabah, dan mengurangi ketergantungan pada sumber dana tertentu,” ungkap Winardi.

Strategi Penyaluran Kredit yang Selektif

Direktur Ritel & Syariah Bank Jatim, Tonny Prasetyo, menambahkan bahwa meskipun permintaan kredit masih konservatif, Bank Jatim menerapkan strategi penyaluran kredit yang lebih selektif dengan fokus pada kualitas aset. Hingga Juli 2026, total kredit Bank Jatim tercatat mencapai Rp 66,4 triliun, mengalami kontraksi 2,6% yoy.

“Segmen konsumtif seperti kredit berbasis payroll menunjukkan prospek pertumbuhan yang positif. Oleh karena itu, kami terus mengembangkan layanan yang dapat memberikan nilai tambah bagi nasabah dan memperkuat pangsa pasar kami,” ujarnya.

Portofolio Kredit dan Manajemen Risiko

Dalam segmen produktif, portofolio kredit Bank Jatim mencakup segmen mikro, ritel, menengah, dan korporasi. Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) menjadi salah satu kontributor utama di segmen mikro, sedangkan Jatim Ritel berperan penting di segmen ritel dan menengah. Untuk menjaga kualitas kredit, Bank Jatim menerapkan langkah-langkah preventif dan kuratif.

  • Evaluasi kualitas kredit secara berkala.
  • Penguatan fungsi account officer dan manajemen risiko.
  • Restrukturisasi kredit bermasalah.
  • Peningkatan kompetensi sumber daya manusia.
  • Monitoring dan controlling yang konsisten.

Komitmen terhadap Keberlanjutan

Winardi menegaskan bahwa selain menguatkan bisnis, Bank Jatim juga berkomitmen pada penerapan prinsip keberlanjutan. Pada tahun 2025, penyaluran kredit yang berorientasi pada usaha berwawasan lingkungan mencapai Rp 5,40 triliun. Komitmen ini juga terwujud melalui berbagai program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) di bidang pendidikan, kesehatan, budaya, sosial, dan pelestarian lingkungan hidup.

Persiapan Memasuki Semester II

Memasuki semester kedua tahun 2026, Winardi menyatakan bahwa Bank Jatim akan terus memperkuat fundamental perusahaan dengan menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan kualitas aset. Fokus utama mencakup optimalisasi likuiditas, peningkatan dana murah, penguatan transaksi digital, serta penyaluran kredit yang selektif.

“Kami akan mengambil langkah-langkah yang tepat dan terukur untuk menjaga pertumbuhan bisnis, sembari tetap mengedepankan kualitas aset. Kami optimis bahwa strategi-strategi yang telah disiapkan dapat membuka peluang pertumbuhan baru dan membawa Bank Jatim mencapai kinerja yang melampaui target,” tutupnya.

Related Articles

Back to top button